Benar-benar gila bisa berdiri di atas kapal yang begitu mewah dan lengkap banget dari teater , jacuzzi, rock climbing, dance party, bar, ruang dinner yang megah dan masih banyak lagi yang nggak bisa saya sebutin. Yang pasti makanannya enggak bakal bisa lupa, unlimited dan tentunya kalau beli dengan duit sendiri kurang lebih per porsi US$ 80 atau kisaran Rp 800.000,00. Gila enggak tuhhh dan ini bisa saya rasain Gratiss!!! Semua itu bisa saya dapat berkat sistem yang luar biasa dan satu-satunya yaitu CLUB100JUTA!

Pastinya setiap tahun saya mau berangkat lagi, lagi dan lagi karena hidup seperti itu benar-benar keren dan berkualitas banget. Bukan hanya saya saja, tapi saya akan mengajak keluarga, mitra, teman dan semua orang yang ingin ngerasain hidup yang sesungguhnya.

Sepulangnya dari Royal Caribbean, saya dan beberapa mitra Club100Juta menyempatkan diri dulu untuk menjelajah Singapura sebelum balik ke Indonesia. Apalagi tanggal 16 Januari, Bapak Bentek Hijani juga mengajak mitra-mitranya untuk jalan pagi keliling Singapura. Wow, ini pertama kalinya saya menginjak Singapura dan jalan pagi baren Bapak Bentek Hijani. Pastinya ilmu yang saya dapat dari beliau sangat luar biasa dan membantu perkembangan bisnis saya.

Ada banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan di negara singa ini. Mulai dari kedisiplinan warganya, ketepatan waktu MRT dan kebersihan tempat yang kami kunjungi. Beberapa tempat yang saya kunjungi antara lain Marina Bay Sands, Garden Bay The Bay, Chinatown, Bugis, Little India, Sentosa Island, dan masih banyak lagi.

Singapura memang negara kecil tapi semuanya diatur sedemikian rupa dengan sistem, sehingga semua hal menjadi teratur dan sangat minim kejahatan. Sistem itulah yang masih jarang sekali diterapkan di Indonesia.

Saking banyaknya pelajaran yang saya dapatkan, saya jadi ingin sesering mungkin pergi ke Singapura. Saya yakin semakin banyak orang belajar dari negara Singapura, Indonesia pun pasti suatu hari nanti bisa menjadi negara yang terSISTEM,

Pengalaman lucu yang nggak pernah saya lupakan adalah hari terakhir saat di bandara Changi Airport. Waktu itu saya, leader saya dan salah satu mitra dari Jakarta juga, pulang ke Indonesia tanggal 18 Januari. Sementara mitra dari Jakarta yang lain sudah pulang duluan, tanggal 17 Januari.

Karena pesawat terbangnya jam 7.30 pagi, maka biar tidak buru-buru, kami bertiga check in dari malam hari sekitar jam 11 malam. Nah sewaktu check in dan timbang barang, petugasnya bilang kalau barang kami over weight dan harus bayar S$ 100 atau kisaran 1 juta rupiah. Peraturannya barang bawaan nggak boleh lebih dari 10 kg, sedangkan barang saya 13kg. Nah lho gimana nih??? Masa lebih 3 kg saja harus bayar S$ 100???

Bukan Singapura namanya kalau tidak taat peraturan. Ya sudah akhirnya dalam keadaan sudah ngantuk, kami mengalah untuk bongkar dan kurangin barang bawaan. Dengan baik hatinya saya buang handuk, sepatu dan celana saya di Singapura. Ya hitung-hitung sedekahlah ya hahaha. Pikir saya waktu itu, "buang baju di Indonesia mah biasa, tetapi kalau buangnya di singapura baru luar biasa. Hehehe.” Agar tidak terbuang semua, saya inisiatif untuk memakai 2 baju, 1 sweeter dan 2 jaket tebal. Bayangkan bagaimana bentuk badan saya saat itu? Benar-benar saya harus buang jauh-jauh rasa malu saya, daripada harus relain S$100!

Singkat cerita, kami pun naik pesawat pagi harinya. Nah ada kejadian lucu lagi saat pemeriksaan barang sebelum naik ke kabin pesawat. Petugas nyuruh lepas jaket yang saya pakai. Whatt??? Padahal saya kan pakai jaket bukan cuma 1. Apalagi di belakang saya banyak orang yang sedang ngantri buat naik juga, wah sudah berasa kaya teroris saja nih di depan banyak orang.

Berkat kejadian itulah, saya sudah kapok bawa barang banyak lagi kalau ke Singapura. Dan saya harap Anda pun juga bawa seperlunya saja kalau tidak mau dikenain biaya lagi. Atau lebih baik pesan bagasi kalau memang sekiranya bakal bawa barang banyak.

Sekian testimoni dari saya. Semoga bermanfaat untuk Anda semua dan pastikan Anda adalah peserta Royal Caribbean di tahun 2017! Bersama Club100Juta, kita pasti bisa wujudkan Indonesia Freedom 2020!

- Ria Mawar Putri, Jakarta -


Magazine - Other articles