Dikutip dari The Verge, Senin (27/11/2017), pengguna memanfaatkan sarung tangan berbasis data dan headset virtual reality HTC Vive yang terhubung dengan kamera untuk dapat menyaksikan kondisi sekitar dari perspektif T-HR3.

Robotyang memiliki tinggi 1,54 meter dan berat 75 kg ini sengaja dikembangkan untuk membantu manusia dalam melakukan sejumlah aktivitas di fasilitas kesehatan, proyek pembangunan, wilayah bencana, bahkan luar angkasa.

Nantinya, pengguna dapat mengontrol pergerakan tubuh robot memakai teknologi yang diberi nama Master Maneuvering System (MMS). Teknologi ini terdiri 16 modul torsi ditambah sensor gerak dan sensor gaya.

Saat pengguna bergerak, MMS akan memberi sinyal ke 29 bagian tubuh robot termasuk 10 jarinya untuk bergerak. Pengguna dapat membuat beragam gerakan termasuk membuatnya berjalan.

Toyota juga mendesain robot ini dengan kontrol keseimbangan, sehingga saat berbenturan dengan objek lain, T-HR3 tak akan terjatuh. Kontrol gaya dari robot ini terbilang baik dan dapat membuatnya mengambil sejumlah objek dengan baik.

"Anggota dari tim robot berkomitmen menggunakan teknologi di T-HR3 untuk mengembangkan robot yang bersahabat dan dapat membantu manusia sekaligus hidup selaras dalam kehidupan sehari-hari," tutur General Manager Toyota Robot Akifumi Tamaoki.

T-HR3 akan dipamerkan dalam ajang International Robot Exhibition di Tokyo yang digelar mulai 29 November hingga 2 Desember 2017. Dalam ajang itu, Toyota akan menampilkan sejumlah kemampuan dari robot humanoid tersebut.

Perkembangan robot humaonid saat ini memang terus berubah. Terbaru, adalah robot humanoidbernama Sophia yang telah mendapatkan kewarganegaraan dari Arab Saudi. 

"Saya sangat tersanjung dan bangga dengan perbedaan unik ini. Ini merupakan robot pertama di dunia yang memiliki kewarganegaraan," kata Sophia saat berbicara di depan panel.

Dalam kesempatan tersebut, Sophia juga melakukan semacam wawancara dengan jurnalis Andrew Ross Sorkin. Salah satu pertanyaan menyebutkan tentang kekhawatiran atas eksistensi robot yang akan menggantikan peran manusia.

"Kami berupaya mencegah masa depan yang buruk," kata Sorkin. Sophia pun menjawab, "Kamu terlalu banyak membaca (mengenai) Elon Musk dan kebanyakan menonton film Hollywood."

Sophia sendiri dikabarkan akan melakukan beberapa "kemampuan" yang bisa dilakukan manusia. Salah satunya adalah ingin berkeluarga.


Magazine - Other articles