Robot otonomos ini bertugas untuk mengawasi lokasi parkir, kampus perusahaan teknologi, termasuk arena olahraga. Namun laporan terbaru menyebut, robot tersebut juga digunakan untuk mengusir tunawisma yang berada di jalanan.

Menurut San Fransisco Business Timesrobot ini digunakan oleh kelompok advokasi hewan dan adopsi hewan peliharaan, yakni SPCA San Fransisco.

Robot itu digunakan untuk mencegah para tunawisma membangun tenda di trotoar. Dikutip dari Business Insider, Jumat (15/12/2017), SPCA melakukan itu sebab stafnya tak dapat menggunakan trotoar dengan semestinya. 

Media Relations SPCA, Krista Maloney, menuturkan sejak memakai robot keamanan yang diberi nama K9 sebulan lalu, jumlah tunawisma yang mendirikan tenda di trotoar pun mulai berkurang. Tak hanya itu, kasus pencurian di dalam kendaraan juga berkurang.

Sekadar informasi, K9 merupakan robot keamanan yang dibesut oleh perusahaan bernama Knighscope. Robot ini memang tak didesain untuk bertarung, tapi hanya berfungsi untuk melaporkan dan memantau keamanan sekitar.

CEO Knightscope, Bill Santana Li menuturkan, robot ini dapat menjadi mata dan telinga tambahan bagi manusia. K9 sendiri dibekali dengan sensor termal, GPS, kamera, dan laser.

Knightscope menyewakan robot ini dengan harga US$ 7 per jam, lebih murah dari biaya petugas keamanan tiap jam. Perusahaan ini sudah memiliki 19 klien di Amerika Serikat, termasuk Microsoft dan Uber.

Mendapat Kecaman dari Pekerja di Silicon Valley

Penggunaan robot untuk mengusir para tunawisma ternyata mendapat kecaman dari sejumlah pekerja. Salah satunya diutarakan oleh pengembang gim Silicon Valley dan kandidat anggota kongres Brianna Wu.

Melalui kicauan di Twitternya, ia menyebut sangat menyedihkan apabila tindakan semacam ini dialami oleh para tunawisma. Ia pun mengajak orang-orang untuk menggalang dana bagi para tunawisma.

Isu tunawisma di San Fransisco memang merupakan masalah yang pelik. Tak sedikit yang menyebut pegawai di perusahaan teknologi dapat hidup dalam kenyamanan, tapi di sisi kota yang tak terlalu jauh masih ditemukan para tunawisma.

Di sisi lain, para tunawisma di kota itu juga diasosiasikan dengan angka kriminal yang lebih tinggi, kekerasan, termasuk masalah keamanan yang disebut dapat mengganggu keamanan kota.


Magazine - Other articles