Apa saja penyebab perdarahan subarachnoid?

Ruang subarachnoid merupakan area di antara otak dan jaringan yang melapisi otak. Di area ini terdapat sirkulasi cairan serebrospinal (cairan otak dan tulang belakang) yang berfungsi melindungi otak dari cedera serius.

Seperti yang dilansir dari Healthline, perdarahan subarachnoid umumnya disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah arteri pada otak yang kemudian mengenai dan membunuh sel-sel otak di sekitarnya. Aneurisma adalah salah satu penyebab terbanyak kasus perdarahan subarachnoid.

Aneurisma sendiri merupakan bagian pembuluh darah yang membengkak dan membentuk kantung akibat lemahnya dinding pembuluh darah. Ketika perdarahan terjadi, maka darah akan mengiritasi sel-sel otak yang menyebabkan terjadinya pembengkakan yang disebut dengan edema serebral.

Ditambah lagi kumpulan sel-sel darah di daerah perdarahan yang disebut hematom. Kondisi-kondisi ini akan menekan jaringan di sekitar sehingga mengganggu aliran darah dan akhirnya membunuh sel-sel otak.

Perdarahan subarachnoid juga bisa dipicu oleh beberapa faktor risiko, yaitu:

  • Merokok.
  • Tekanan darah yang tinggi.
  • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Memiliki sejarah penyakit ini di dalam riwayat kesehatan keluarga.
  • Penyakit ginjal polikistik atau autosomal dominant polycystic kidney disease (ADPKD).
  • Tumor otak, bersifat kanker maupun tidak, yang berdampak kepada pembuluh darah.
  • Infeksi pada otak atau ensefalitis.
  • Fibromuscular dysplasia, yaitu kondisi langka yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
  • Amiloid angiopati, yaitu kondisi yang terkadang dipicu oleh bertambahnya usia dan menyebabkan terjadinya beberapa perdarahan kecil pada pembuluh darah yang tidak disadari.
  • Penyakit pada organ hati.
  • Pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal, atau arteriovenous malformations.
  • Penggunaan obat pengencer darah.
  • Penyakit moyamoya, kondisi langka lainnya yang menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah di otak.
  • Peradangan pada pembuluh darah (vaskulitis).

Apa saja gejala perdarahan subarachnoid?

Perdarahan subarachnoid menyerang tanpa peringatan. Namun, kondisi ini biasanya terjadi saat Anda sedang melakukan aktivitas fisik yang berat, mengangkat benda berat, atau berhubungan seksual. Selain ditandai dengan kemunculan sakit kepala yang tidak tertahankan, perdarahan subarachnoid juga dimulai dengan gejala-gejala lain, yaitu:

  • Muntah.
  • Leher yang menjadi kaku atau tegang.
  • Penglihatan ganda atau samar.
  • Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya.
  • Sakit di area bahu.
  • Mudah marah.
  • Mati rasa hingga di seluruh tubuh.
  • Berkurangnya kewaspadaan terhadap keadaan sekeliling.
  • Mengalami gejala yang serupa dengan stroke seperti lemah pada satu sisi tubuh atau bicara tidak jelas.
  • Kejang.
  • Linglung hingga hilang kesadaran (pingsan).

Beberapa gejala aneurisma yang juga patut diwaspadai, antara lain gangguan penglihatan, sakit kepala yang menetap, dan sakit pada salah satu sisi wajah atau di area mata.

Bagaimana cara mencegah perdarahan subarachnoid?

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, salah satu pemicu perdarahan subarachnoid adalah gaya hidup atau memiliki kebiasaan yang buruk bagi kesehatan, misalnya merokok. Perubahan gaya hidup Anda dapat meningkatan kesehatan dan menurunkan risiko perdarahan subarachnoid.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain:

Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mendeteksi penyakit lebih dini untuk segera diobati. Penyakit yang bisa terdeteksi lebih awal bisa meningkatkan kesuksesan pengobatan dan penyembuhan. Diskusikan dengan dokter mengenai frekuensi pemeriksaan kesehatan yang sesuai dengan kondisi dan kesehatan.