Selain menyehatkan tubuh, ada manfaat lain yang bisa diperoleh dari olahraga bulu tangkis untuk anak. Apa sajakah manfaat bulu tangkis pada anak?

Manfaat bulu tangkis untuk anak

1. Menjaga kesehatan tubuh

Bermain bulu tangkis membuat anak harus bergerak entah itu melompat atau menangkis. Gerakan ini dapat memperkuat kondisi fisik anak sehingga tetap prima. Selain itu, gerakan pada olahraga bulu tangkis juga dapat memperkuat paru-paru dan mencegah penurunan asupan oksigen karena meningkatkan kapasitas dan efisiensi pernapasan.

Dengan melakukan kegiatan fisik seperti ini, anak Anda akan terhindar dari beberapa risiko penyakit, seperti:

  • Penyakit jantung. Kegiatan fisik ini dapat memperkuat otot jantung dan mengurangi jumlah kolesterol dan lemak berbahaya dalam darah.
  • Serangan jantung dan stroke, kegiatan fisik ini dapat meningkatkan fleksibilitas dinding pembuluh darah dan membantu menurunkan tekanan darah.
  • Diabetes. Kegiatan fisik ini mencegah penumpukan gula dalam darah dengan menggunakannya sebagai energi. Selain itu, olahraga ini dapat mengontrol berat badan sehingga anak terhindar dari obesitas.

Gerakan kaki melompat atau menahan dan gerakan tangan untuk menangkis pun dapat memperkuat tulang, meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot pada paha depan, betis, paha belakang, otot lengan, otot punggung, dan otot inti.

Bulu tangkis membuat tubuh tetap bergerak aktif sehingga meningkatkan mobilitas tubuh. Gerakan-gerakan bulu tangkis dapat melumasi sendi-sendi anak sehingga mencegah arthritisosteoporosis, dan kondisi radang lainnya. Setiap gerakan dapat meningkatkan refleks dan kecepatan anak dalam menghadapi lawan pemain.

2. Meningkatkan keterampilan sosial

Bermain bulu tangkis akan memperluas interaksi sosial anak dengan teman-temannya. Bila anak mengikuti suatu klub tentu akan mengembangkan keterampilannya dalam berkomunikasi. Mengikuti permainan atau pertandingan bulu tangkis dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri anak untuk meraih kemenangan.

Selain itu, permainan bulu tangkis akan membuat anak memiliki sikap kompetitif dan belajar menerima kemenangan atau kekalahan dalam setiap permainan. Bahkan, bisa juga menjadi kegiatan untuk mengembangkan bakat dan minatnya dalam dunia olahraga.

3. Menjaga kesehatan mental

Dilansir dari Health Fitness Revolution, banyak orang yang melaporkan bahwa mereka merasa rileks dan senang setelah mereka melakukan olahraga. Menurut satu teori, berolahraga dapat melepaskan beta-endorfin, zat alami dalam tubuh yang ratusan kali lebih manjur dibanding morfin.

Teori lain menunjukkan bahwa berolahraga dapat meningkatkan hormon serotonin di sistem saraf pusat sehingga akan menimbulkan perasaan senang, peningkatan nafsu makan, dan berkurangnya stres. Selain itu dapat memperbaiki mood dan kenyamanan tidur bila dilakukan secara rutin.

Bulu tangkis, sebagai salah satu jenis olahraga yang menyenangkan, juga menawarkan manfaat-manfaat tersebut. Tentu hal ini secara tidak langsung mendorong tumbuh kembang anak.

Usia berapa anak sebaiknya mulai main bulu tangkis?

Menurut Badminton Information, tidak ada ketentuan mengenai usia yang tepat pada anak untuk mulai bermain bulu tangkis. Biasanya anak akan mulai menentukan minat mereka bermain bulu tangkis dari pendidikan jasmani atau kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah.

Namun, memperkenalkan olahraga, termasuk bulu tangkis pada usia dini sangat baik untuk mendukung tumbuh kembangnya. Di Indonesia, klub bulu tangkis ada yang membuka kelas mulai usia 4 sampai 5 tahun untuk anak-anak.

Walaupun Anda sudah mengetahui banyak manfaat bulu tangkis untuk anak, Anda perlu memperhatikan dan mengawasi anak dalam melakukan permainan ini. Pasalnya, semua jenis olahraga, termasuk bulu tangkis dapat menyebabkan cedera. Kemudian, sediakan juga perlengkapan seperti handuk kecil untuk mengelap keringat dan air minum yang cukup agar menjaga tubuhnya tetap terhidrasi.

Diambil dari